Catatan #1

Dan ketika semua bermula, jalan tersulit ialah mempertahankannya. Aku tak tahu harus memakai kekebalan macam apa agar jalan yang telah kutata dan wajah yang selesai kubaluti tembaga mampu terus bertahan mengebalkan ketegasanku.
“Kau yang memulai, bukan? Untuk apa bimbang.”
Bukan, bukan itu. Aku memikirkan jalan jauh itu yang ketika kutatap tak nampak ujungnya.
“Kau terlalu obsesif!”
“Jangan berpikir yang bukan-bukan. Tak semua orang yang cemberut berarti membencimu. Tak pernah!”
Tapi aku telah memulai ini. Lihatlah kalau ternyata aku berbalik arah dan orang-orang mencemoohku lantaran kekerdilanku. Aku hanya bisa memulai.
Bukankah hanya memulai yang kita suka, untuk selanjutnya biarlah menguap dan hilang begitu saja. Makanya banyak akun-akun jejaring sosial yang hanya lahir namun tak mampu hidup. Atau juga seperti yayasan dan dunia pendidikan yang lahir lalu mati seketika.

Ah,
First