Dan ketika semua bermula, jalan tersulit ialah
mempertahankannya. Aku tak tahu harus memakai kekebalan macam apa agar jalan
yang telah kutata dan wajah yang selesai kubaluti tembaga mampu terus bertahan
mengebalkan ketegasanku.
“Kau yang memulai, bukan? Untuk apa bimbang.”
Bukan, bukan itu. Aku memikirkan jalan jauh itu yang ketika
kutatap tak nampak ujungnya.
“Kau terlalu obsesif!”
“Jangan berpikir yang bukan-bukan. Tak semua orang yang
cemberut berarti membencimu. Tak pernah!”
Tapi aku telah memulai ini. Lihatlah kalau ternyata aku
berbalik arah dan orang-orang mencemoohku lantaran kekerdilanku. Aku hanya bisa
memulai.
Bukankah hanya memulai yang kita suka, untuk selanjutnya
biarlah menguap dan hilang begitu saja. Makanya banyak akun-akun jejaring
sosial yang hanya lahir namun tak mampu hidup. Atau juga seperti yayasan dan
dunia pendidikan yang lahir lalu mati seketika.
Ah,
0 Komentar