Catatan #2

Ruas-ruas jalan. Trotoar dan jembatan. Pertigaan, juga perempatan. Semua menatapku. Seperti sepasang bola mata pencuri berbau bangkai yang awas.
Kujumpai kau di sana, perempuan berparas surga. Di ruas jalan. Di trotoar dan jembatan. Di pertigaan, juga perempatan. Matamu yang tajam namun mawar menatapku. Semisal sepasang mata bidadari.
Aku lelakimu, yang matanya ditawan bangkai dan mawar...
Previous
Next Post »