Ruas-ruas jalan. Trotoar dan jembatan. Pertigaan, juga
perempatan. Semua menatapku. Seperti sepasang bola mata pencuri berbau bangkai yang
awas.
Kujumpai kau di sana, perempuan berparas surga. Di ruas
jalan. Di trotoar dan jembatan. Di pertigaan, juga perempatan. Matamu yang
tajam namun mawar menatapku. Semisal sepasang mata bidadari.
Aku lelakimu, yang matanya ditawan bangkai dan mawar...
0 Komentar